Pillar page adalah halaman utama di sebuah website yang membahas satu topik besar secara menyeluruh dan terhubung ke berbagai artikel pendukung yang lebih spesifik.
Halaman ini berfungsi sebagai pusat informasi atau content hub yang membantu Google memahami keahlian website Anda, sekaligus memudahkan pengunjung menemukan semua informasi yang mereka butuhkan dalam satu tempat.
Jika Anda ingin website naik peringkat di Google dan dikenal sebagai sumber terpercaya, pahami cara kerja pillar page. Artikel ini akan memandu Anda memahami konsep, manfaat, hingga cara membuatnya dari nol.
Apa Sebenarnya yang Dimaksud Pillar Page
Pillar page sering disebut juga sebagai konten pilar, halaman induk, atau cornerstone content. Intinya, ini adalah satu halaman panjang yang membahas topik utama secara luas, lalu menautkan ke artikel lain yang membahas subtopik terkait secara lebih mendalam.
Bayangkan pillar page seperti daftar isi sebuah buku. Halaman ini memberikan gambaran besar, sementara setiap bab (disebut cluster page) menjelaskan detail per bagian. Hubungan antara keduanya membentuk apa yang disebut topic cluster, yaitu pengelompokan artikel berdasarkan satu tema inti.
Perbedaan Pillar Page dengan Konten Lain
Banyak orang bingung membedakan pillar page dengan blog post biasa atau landing page. Tabel berikut membantu memperjelas perbedaannya.
| Aspek | Pillar Page | Blog Post | Landing Page |
| Tujuan | Edukasi menyeluruh | Informasi spesifik | Konversi penjualan |
| Panjang | 3.000 hingga 7.000+ kata | 800 hingga 2.000 kata | 500 hingga 1.500 kata |
| Internal link | Banyak (10 hingga 50+) | Sedikit (2 hingga 5) | Minimal |
| Sifat konten | Konten evergreen | Bisa musiman | Sesuai campaign |
Pillar page dirancang untuk bertahan lama dan terus diperbarui, sedangkan blog post biasanya membahas satu sudut pandang tertentu tanpa menjadi hub utama bagi topik tersebut.
Mengapa Pillar Page Sangat Penting untuk SEO
Membangun Otoritas Topikal
Google semakin pintar memahami konteks, bukan sekadar mencocokkan kata kunci. Ketika website Anda memiliki pillar page yang terhubung ke banyak cluster page, Google melihat bahwa Anda memiliki pengetahuan mendalam tentang topik tersebut. Inilah yang disebut topical authority atau otoritas topikal.
Semakin kuat otoritas topikal Anda, semakin besar peluang seluruh arsitektur konten website Anda naik peringkat di mesin pencari, bukan hanya satu halaman saja.
Memperkuat Struktur Internal Linking
Pillar page menjadi jangkar dari seluruh struktur konten website. Setiap cluster page menautkan balik ke pillar page, dan pillar page menautkan ke semua cluster. Pola internal linking dua arah ini membantu Google meng-crawl dan mengindeks website Anda lebih efisien.
Hasilnya, navigasi website menjadi lebih intuitif. Pengunjung betah menjelajah, bounce rate menurun, dan dwell time meningkat, yang semuanya merupakan sinyal positif untuk optimisasi mesin pencari.
Meningkatkan Peluang di AI Overviews
Di era AI Overviews dan zero-click search, konten yang terstruktur dengan jelas lebih mudah dikutip oleh AI Google. Pillar page yang memiliki heading rapi, paragraf ringkas, dan tabel informatif sangat cocok untuk ditampilkan sebagai sumber dalam hasil pencarian berbasis AI.
Jenis Pillar Page yang Bisa Anda Buat
Tidak semua pillar page berbentuk sama. Berikut empat jenis yang paling umum digunakan dalam strategi konten website.
Panduan Lengkap (Comprehensive Guide) adalah jenis paling populer. Formatnya berupa artikel panjang yang membahas topik dari A sampai Z. Contoh, “Panduan Lengkap SEO untuk Pemula.”
What Is Page berfokus menjawab pertanyaan mendasar tentang suatu konsep. Biasanya dimulai dengan definisi lalu berkembang ke manfaat dan penerapan.
How-To Page berisi tutorial langkah demi langkah yang membantu pembaca menyelesaikan tugas tertentu. Cocok untuk topik teknis.
Resource Page adalah kumpulan tautan dan sumber daya terbaik tentang satu topik, dilengkapi ringkasan untuk setiap referensi yang direkomendasikan.
Cara Membuat Pillar Page dari Nol
Langkah 1 dan 2, Tentukan Topik lalu Riset Keyword
Pilih satu topik utama yang cukup luas untuk dipecah menjadi banyak subtopik terkait, tetapi tidak terlalu luas hingga kehilangan fokus. Gunakan tools seperti Ahrefs, SEMrush, atau Google Keyword Planner untuk melakukan riset kata kunci.
Kelompokkan kata kunci turunan dan long-tail keyword yang Anda temukan menjadi beberapa kategori. Proses ini disebut keyword mapping dan akan menjadi dasar peta situs konten Anda.
Langkah 3, Buat Peta Konten
Setelah keyword mapping selesai, susun content mapping yang menggambarkan hubungan antara pillar page dan setiap cluster page. Tentukan mana artikel yang sudah ada dan mana yang perlu dibuat baru.
Organisasi informasi yang baik sejak awal akan menghemat waktu Anda dalam jangka panjang. Pastikan setiap subtopik memiliki tujuan yang jelas dan tidak tumpang tindih.
Langkah 4, Tulis dan Optimalkan Konten
Saat menulis pillar page, pastikan konten Anda komprehensif namun tetap mudah dibaca. Gunakan heading (H2 dan H3) yang jelas, paragraf pendek, serta visual seperti tabel dan diagram topic cluster.
Untuk on-page SEO, pastikan hal berikut terpenuhi.
✅ Keyword utama ada di judul, URL, dan paragraf pertama
✅ Table of contents dengan anchor link di bagian atas
✅ Alt text gambar mengandung keyword terkait
✅ Schema markup (Article, FAQ, BreadcrumbList) terpasang
✅ Profil penulis yang kredibel (prinsip E-E-A-T)
Langkah 5, Bangun Jaringan Internal Link
Tautkan pillar page ke setiap cluster page yang relevan, dan pastikan setiap cluster menautkan balik ke pillar page. Gunakan anchor text yang deskriptif, bukan sekadar “klik di sini.”
Pola internal linking yang kuat adalah pembeda utama antara website yang mendominasi halaman pertama Google dan yang tenggelam di halaman belakang.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Pillar Page
❌ Topik terlalu sempit sehingga tidak cukup subtopik untuk membangun cluster
❌ Tidak ada internal linking antara pillar dan cluster page
❌ Tidak pernah di-update padahal konten evergreen tetap perlu diperbarui setiap 3 hingga 6 bulan
❌ Keyword stuffing dengan memaksakan keyword di setiap kalimat alih-alih menulis secara natural
❌ Mengabaikan search intent sehingga konten tidak menjawab apa yang sebenarnya dicari pengguna
Checklist Sebelum Publikasi Pillar Page
| Komponen | Standar yang Disarankan |
| Jumlah kata | 3.000 hingga 5.000 kata |
| Internal link | 8 hingga 15 tautan ke cluster page |
| External link | 3 hingga 5 ke sumber otoritatif |
| Gambar dan visual | Minimal 5 dengan alt text |
| FAQ section | 5 hingga 8 pertanyaan |
| Schema markup | Article + FAQ + BreadcrumbList |
| Mobile friendly | Wajib responsif |
| Kecepatan halaman | Di bawah 3 detik |
Saatnya Membangun Pillar Page Pertama Anda
Pillar page adalah strategi SEO jangka panjang yang membangun otoritas topikal, memperkuat internal linking, dan meningkatkan visibilitas di mesin pencari maupun AI. Mulailah dari satu topik yang paling Anda kuasai, buat peta konten, lalu bangun satu per satu. Hasilnya akan terasa dalam beberapa bulan ke depan.
Referensi
- Semrush Blog, What Is a Pillar Page and How to Create One, semrush.com
- Backlinko, Pillar Pages: How to Create One Plus Examples, backlinko.com
- Ahrefs Blog, Content Pillars: What They Are and How to Build Them for SEO, ahrefs.com
- HubSpot Knowledge Base, Topics Pillar Pages and Subtopic Keywords, hubspot.com
- Whello Indonesia, Apa Itu Pillar Page Ketahui Struktur dan Manfaatnya, whello.id
- DailySEO ID, Apa Itu Content Pillar Kenali Jenis dan Cara Membuatnya, dailyseo.id
- JasaAhliSEO, Langkah Membuat Pillar Page SEO Friendly dari Nol, jasaahliseo.com
- Saungwriter, Panduan Lengkap Artikel Pilar, saungwriter.com